of 15/15
Bedah Saraf : Subdural Hematoma Kronik 1 MODUL SUBDURAL HEMATOMA KRONIK 1. Definisi Subdural hematoma kronik adalah pendarahan ke dalam ruang antara duramater dan otak yang telah berlangsung lama. 2. Waktu Pendidikan TAHAP I TAHAP II TAHAP III S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 PROGRAM KEPROFESIAN ( Beban dihitung berdasarkan Kompetensi ) GOLONGAN PENYAKIT & TRAUMA ICD 10 - Bab XIX Kranial Spinal Saraf Tepi Pendidikan spesialisasi bedah saraf terdiri dari 3 tahap, yaitu : 1. Tahap Pengayaan (tahap I): a. Lama pendidikan 2 semester, yaitu semester 3 s/d 4. Peserta didik diberi ilmu-ilmu dasar maupun bedah saraf dasar. Dalam tahap ini dapat dipergunakan untuk mengambil program magister. b. Peserta didik dalam tahap ini disebut Residen I, yaitu di ahir masa pendidikan tahap I residen baru mencapai Kompetensi tingkat I. Residen sudah harus mengenal kelainan bedah saraf, khususnya semua jenis trauma dan 10 jenis kasus penyakit terbanyak. 2. Tahap Magang (tahap II) : a. Lama pendidikan 1 semester, yaitu semester 5. Peserta didik mulai dilatih melakukan tindakan bedah saraf. b. Peserta didik dalam tahap ini disebut Residen II, yaitu di akhir masa pendidikan tahap II residen telah mencapai Kompetensi tingkat II. Residen sudah harus mampu menangani secara mandiri kasus-kasus gawat darurat bedah saraf, serta mampu mengenal dan merujuk dengan benar kasus-kasus bedah saraf non-emergensi. Minimal 3 operasi. 3. Tahap Mandiri (tahap III) : a. Lama pendidikan 6 semester, yaitu dari semester 6 s/d 11. Peserta didik menyelesaikan pendidikan sampai kompetensi bedah saraf dasar. b. Peserta didik dalam tahap ini disebut Residen III, yaitu di ahir masa pendidikan tahap III residen telah mencapai kompetensi tingkat III. Residen sudah harus mampu menangani kasus gawat darurat bedah saraf maupun kasus-kasus bedah saraf yang tergolong kompetensi bedah saraf dasar. Minimal 3 operasi. Kompetensi bedah saraf dasar :

MODUL SUBDURAL HEMATOMA KRONIK - · PDF fileBedah Saraf : Subdural Hematoma Kronik 1 MODUL SUBDURAL HEMATOMA KRONIK 1. Definisi Subdural hematoma kronik adalah pendarahan ke dalam

  • View
    277

  • Download
    8

Embed Size (px)

Text of MODUL SUBDURAL HEMATOMA KRONIK - · PDF fileBedah Saraf : Subdural Hematoma Kronik 1 MODUL...

  • Bedah Saraf : Subdural Hematoma Kronik

    1

    MODULSUBDURAL HEMATOMA KRONIK

    1. DefinisiSubdural hematoma kronik adalah pendarahan ke dalam ruang antaraduramater dan otak yang telah berlangsung lama.

    2. Waktu PendidikanTAHAP I TAHAP II TAHAP III

    S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11PROGRAM KEPROFESIAN ( Beban dihitung berdasarkan Kompetensi )GOLONGAN PENYAKIT &LOKALISASI

    TRAUMAICD 10 - Bab XIX

    Kranial

    SpinalSaraf Tepi

    Pendidikan spesialisasi bedah saraf terdiri dari 3 tahap, yaitu :1. Tahap Pengayaan (tahap I):

    a. Lama pendidikan 2 semester, yaitu semester 3 s/d 4. Peserta didikdiberi ilmu-ilmu dasar maupun bedah saraf dasar. Dalam tahap ini dapatdipergunakan untuk mengambil program magister.

    b. Peserta didik dalam tahap ini disebut Residen I, yaitu di ahir masapendidikan tahap I residen baru mencapai Kompetensi tingkat I.Residen sudah harus mengenal kelainan bedah saraf, khususnyasemua jenis trauma dan 10 jenis kasus penyakit terbanyak.

    2. Tahap Magang (tahap II) :a. Lama pendidikan 1 semester, yaitu semester 5. Peserta didik mulai

    dilatih melakukan tindakan bedah saraf.b. Peserta didik dalam tahap ini disebut Residen II, yaitu di akhir masa

    pendidikan tahap II residen telah mencapai Kompetensi tingkat II.Residen sudah harus mampu menangani secara mandiri kasus-kasusgawat darurat bedah saraf, serta mampu mengenal dan merujukdengan benar kasus-kasus bedah saraf non-emergensi. Minimal 3operasi.

    3. Tahap Mandiri (tahap III) :a. Lama pendidikan 6 semester, yaitu dari semester 6 s/d 11. Peserta didik

    menyelesaikan pendidikan sampai kompetensi bedah saraf dasar.b. Peserta didik dalam tahap ini disebut Residen III, yaitu di ahir masa

    pendidikan tahap III residen telah mencapai kompetensi tingkat III.Residen sudah harus mampu menangani kasus gawat darurat bedahsaraf maupun kasus-kasus bedah saraf yang tergolong kompetensibedah saraf dasar. Minimal 3 operasi.

    Kompetensi bedah saraf dasar :

  • Bedah Saraf : Depressed fracture

    2

    1. Semua jenis penyakit yang diajarkan dalam masa pendidikan sampaimencapai tingkat mandiri (residen boleh mengerjakan operasi sendiri,dengan tetap dalam pengawasan konsulen)

    2. Tehnik operasi yang diajarkan sebagai target ahir pendidikan adalahterbatas pada tindakan operasi konvensional yang termasuk dalam IndeksKesulitan 1 dan 2; tehnik operasi sulit yang membutuhkan kemampuanmotoris lebih tinggi dan/ataupun membutuhkan alat-alat operasi canggih,termasuk dalam Indeks Kesulitan 3 dan 4, diajarkan hanya maksimalsampai tingkat magang. Tindakan operasi dalam kelompok ini merupakankelanjutan pendidikan yang masuk dalam CPD.

    3. Tujuan UmumSetelah menyelesaikan modul subdural hematoma kronik peserta didik

    diharapkan mampu mengenali penyakit subdural hematoma kronik, mampumengobati penyakit subdural hematoma kronik saraf serta mampukegawatdaruratan subdural hematoma kronik.

    4. Tujuan Khusus1. Mampu menerangkan insidensi, dan patogenesis penyakit subdural

    hematoma kronik2. Mengetahui neuroanatomi, dan neurofisiologi susunan saraf dan

    pembungkusnya.

    JENIS PENYAKIT ICD10

    TAHAP I

    TAHAP II TAHAP III IK1IK2

    IK3

    IK4

    S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 G M G M G PTrauma . . .

    Trauma Kranial . . .Depressed Fracture S 02 4 8Epidural hematoma S 06.4 5 5Subdural Hematoma Akut S 06.5 5 3Subdural Hematoma Kronik S 06.5 3 3Intracerebral Hematoma S 06.8 3 5Intraventricular Hematoma S 06.9 2 1Tr. tembus (peluru, benda asing) T 14.1 1 1Bocoran likuor 1 2Karotis-Kavernosus Fistul . . . 1

    Trauma Spinal dg kelainansaraf

    . . .

    Kompresi Medula T 08 2 2Kompresi Radiks T 08 2 2

    Trauma Saraf Perifer . . .Lesi Saraf Tepi 2 1Lesi Pleksus . . . 1

    KETERANGANTingkat Pengayaan, dalam periode ini Tingkat Kognitif harus dapat mencapai 6 (K6)Tingkap Magang, dalam periode ini disamping K6, Psikhomotor harus mencapai 2 (P2) dan Afektif mencapai 3 (A3)Tingkat Mandiri semua Kategori Bloom harus mencapai maksimal, K6, P5, A5

    S : Semester G : Magang M : Mandiri K : Kognitif : A : Afektif P : Psikhomotor

  • Bedah Saraf : Subdural Hematoma Kronik

    3

    3. Mengetahui dasar-dasar pemeriksaan klinis maupun pemeriksaantambahan (neuroradiologi, patologi dan patofisiologi dalam menegakkanpenyakit subdural hematoma kronik).

    4. Mampu menentukan perubahan neurofisiologi karena subduralhematoma kronik

    5. Mampu menentukan lokasi patologi akibat subdural hematoma kronik6. Mengetahui pengobatan berbagai jenis penyakit subdural hematoma

    kronik7. Mampu melakukan pemeriksaan klinis neurologik untuk menegakkan

    diagnosa penyakit subdural hematoma kronik8. Mampu mengetahui diagnosa banding kelainan kongenital susunan saraf9. Mampu melakukan pemeriksaan tambahan (neuroradiologi) dalam

    menegakkan penyakit subdural hematoma kronik10. Mampu melakukan pengobatan medikamentosa penyakit subdural

    hematoma kronik11. Mampu melakukan tindakan operasi pada penyakit subdural hematoma

    kronik12. Mampu melakukan tindakan pertolongan pertama pada subdural

    hematoma kronik.13. Mengenali penyulit tindakan bedah pada penyakit subdural hematoma

    kronik14. Mengetahui tindak lanjut yang diperlukan15. Mampu memberi informed consent

    5. Strategi Pembelajaran

    a Pengajaran dan kuliah pengantar Kuliah tatap muka 50 menit

    b Tinjauan Pustaka

    Presentasi ilmu dasar : 1 kali tiapsubmodul penyakit 1 kali, telaah kepustakaan

    Presentasi kasus : 1 kali tiap jenissubmodul penyakit presentasi kasus : 1 kali

    b Diskusi Kelompok

    2 x 50 menit diskusi kasus tiapsubmodul penyakit menyangkutdiagnosa, operasi dan penyulit

    2 x 50 menit diskusi kasus

    d Bed side teaching

    bedsite teaching minimum 3 kalisetiap submodul penyakit ronde diikuti bedsite teaching

    e Bimbingan Operasi

    operasi magangmemenuhi 3 kasus sebagaiprasyarat untuk instruksi/evaluasioperasi sampai dinyatakan lulus

  • Bedah Saraf : Depressed fracture

    4

    operasi mandiri

    melakukan operasi mandirisejumlah minimum 3 sebagaiprasyarat untuk maju ke ujiankompetensi tingkat nasional

    6. Persiapan Sesi1. Materi kuliah pengantar berupa kisi-kisi materi yang harus dipelajari dalam

    mencapai kompetensi, mencakupa. Insidensi, dan patogenesis penyakit subdural hematoma kronikb. Mengetahui neuroanatomi, dan neurofisiologi susunan saraf dan

    pembungkusnya.c. Dasar-dasar pemeriksaan klinis maupun pemeriksaan tambahan

    (neuroradiologi, patologi dan patofisiologi dalam menegakkan penyakitsubdural hematoma kronik).

    d. Perubahan neurofisiologi karena subdural hematoma kronike. Lokasi patologi akibat subdural hematoma kronikf. Pengobatan berbagai jenis penyakit subdural hematoma kronikg. Pemeriksaan klinis neurologik untuk menegakkan diagnosa penyakit

    subdural hematoma kronikh. Mampu mengetahui diagnosa banding penyakit subdural hematoma

    kroniki. Pemeriksaan tambahan (neuroradiologi) dalam menegakkan penyakt

    subdural hematoma kronikj. Pengobatan medikamentosa penyakkt subdural hematoma kronikk. Tindakan operasi pada penyakit subdural hematoma kronikl. Tindakan pertolongan pertama pada subdural hematoma kronik.m. Penyulit tindakan bedah pada penyakit subdural hematoma kronikn. Tindak lanjut yang diperlukano. Informed consent

    2. Audio visual3. Lampu baca x Ray

    7. Referensi1. Osborn AG, Blasser SI, Salzman KL, Katzman GL, Provenzale J, Castillo

    M, et all. Osborn Diagnostic Imaging. Canada : Amirsys/Elsevier. 1st ed.2004

    2. Wilkins RH, Rengachary SS. Neurosurgery. USA : Mc Graw-Hill. 2nd Ed.1996

    3. Rengachary SS, Wilkins RH. Principles of Neurosurgery. London : Mosby.1994

    4. Winn HR. Youmans Neurological Surgery. 5th ed. USA : Saunders. 1994

    8. Kompetensi

  • Bedah Saraf : Subdural Hematoma Kronik

    5

    Jenis Kompetensi

    TingkatKompeten

    si TAHAP

    K P A

    a. Mampu menerangkan insidensi, dan patogenesis penyakitsubdural hematoma kronik 6 PENGAYAAN

    b Mengetahui neuroanatomi, dan neurofisiologi susunan sarafdan pembungkusnya 6

    c

    Mengetahui dasar-dasar pemeriksaan klinis maupunpemeriksaan tambahan (neuroradiologi, patologi danpatofisiologi dalam menegakkan penyakit subdural hematomakronik).

    6

    d Mengetahui pengobatan berbagai jenis penyakit subduralhematoma kronik 6

    e Mampu menentukan perubahan neurofisiologi karena traumasusunan saraf 6 2 3

    MAGANG

    f Mampu menentukan lokasi patologi akibat subdural hematomakronik 6 2 3

    g Mampu melakukan pemeriksaan klinis neurologik untukmenegakkan diagnosa penyakit subdural hematoma kronik 6 2 3

    h Mampu mengetahui diagnosa banding kelainan kongenitalsusunan saraf 6 2 3

    i Mampu melakukan pemeriksaan tambahan (neuroradiologi)dalam menegakkan penyakt subdural hematoma kronik 6 2 3

    j Mampu melakukan pengobatan medikamentosa penyakktsubdural hematoma kronik 6 5 5

    MANDIRI

    k Mampu melakukan tindakan operasi pada penyakit subduralhematoma kronik 6 5 5

    l Mampu melakukan tindakan pertolongan pertama padasubdural hematoma kronik. 6 5 5

    m Mengenali penyulit tindakan bedah pada penyakit subduralhematoma kronik 6 5 5

    n Mengetahui tindak lanjut yang diperlukan 6 5 5o Mampu memberi informed consent 6 5 5

    9. Gambaran UmumHematoma subdural kronik adalah pendarahan ke dalam ruang antara duramaterdan otak yang telah berlangsung lama. Ruang ini disebut ruang subdural.Hematoma subdural kronik mungkin sangat berbahaya. Mereka biasanya tidakdisadari, kadang-kadang selama 2 sampai 4 minggu. Ketika menyebabkangejala, seringkali kejadian yang menyebabkan perdarahan telah lama terjadi.Gejala termasuk sakit kepala yang terus bertambah berat, mengantuk ataukebingungan yang berfluktuasi, dan kelemahan ringan p