Click here to load reader

Tb Paru.ppt Jihan Mauludina

  • View
    35

  • Download
    7

Embed Size (px)

DESCRIPTION

again

Text of Tb Paru.ppt Jihan Mauludina

  • Disusun oleh :

    JIHAN MAULUDINA

    Pembimbing :Dr. Nanik Y Sp. R

  • Tuberculosis (TBC) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. TBC terutama menyerang paru-paru sebagai tempat infeksi primer.

    Selain itu, TBC dapat juga menyerang kulit, kelenjar limfe, tulang, dan selaput otak. TBC menular melalui droplet infeksius yang terinhalasi oleh orang sehat. Pada sedikit kasus, TBC juga ditularkan melalui susu. Pada keadaan yang terakhir ini, bakteri yang berperan adalahMycobacterium bovis.

    DEFINISI

  • Etiologi Penyakit infeksi yang disebabkan oleh Myobacterium tuberkulosis

    Kuman ini berbentuk batang, mempunyai sifat khusus yaitu tahan terhadap asam pada pewarnaan (Basil Tahan Asam). Kuman TB cepat mati dengan sinar matahari langsung tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam di tempat yang gelap dan lembek.

    Dalam jaringan tubuh, kumanini dapat dorman selama beberapa tahun. Kuman dapat disebarkan dari penderita TB BTA positif kepada orang yang berada disekitarnya, terutama yang kontak erat.

  • Mycobacterium tuberculosis (stained red) in sputum

  • Cara penularan Sumber penularan : penderita TB BTA positifPada waktu batuk atau bersin, pasien menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk percikan dahak (droplet nuclei). Sekali batuk dapat menghasilkan sekitar 3000 percikan dahak. Umumnya penularan terjadi dalam ruangan dimana percikan dahak berada dalam waktu yang lama. Ventilasi dapat mengurangi jumlah percikanDaya penularan seorang pasien ditentukan oleh banyaknya kuman yang dikeluarkan dari parunya. Makin tinggi derajat kepositifan hasil pemeriksaan dahak, makin menular pasien tersebut. Faktor yang memungkinkan seseorang terpajan kuman TB ditentukan oleh konsentrasi percikan dalam udara dan lamanya menghirup udara tersebut.

  • Patofisiologi Faktor utama dalam perjalanan infeksi adalah kedekatan dan durasi kontak serta derajat infeksius penderita dimana semaikin dekat seseorang dengan penderita makin banyak kuman tb yang mungkin akan di hirup.Infeksi primer terjadi saat seseorang terpapar pertama kali dengan kuman TB. Droplet yang terhirup sangat kecil ukuranya sehingga dapat melewati sistem pertahanan mukosilier bronkus dan terus berjalan sehingga sampai di alveolus dan menetap disana.

  • Infeksi dimulai saat kuman TB berkembang biak dengan cara membelah diri di paru yang mengakibatkan peradangan didalam paru, saluran limfe akan membawa kuman TB ke kelenjar limfe di sekitar hilus paru dan ini disebut kompleks primer

    Waktu terjadinya infeksi sampai pembentukan kompleks primer adalah 4-6 minggu. Adanya infeksi dapat dibuktikan dengan terjadinya perubahan reaksi tuberculin dari negatif menjadi positif

  • Infeksi dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui berbagai jalan yaituPercabangan broncus

    Sistem saluran limfe

    Aliran darah

  • Klasifikasi TB paruBerdasarkan Hasil pemeriksaanTB paru BTA(+) disebut TB paru BTA (+) apabila sekurang kurangnya 2 dari 3 spesimen dahak SPS (sewaktu pagi sewaktu) hasilnya positif/ 1 spesimen dahak SPS positif disertai pemeriksaan radiologi paru menunjukkan gambaran TB aktif

    TB paru (-), apabila dalam 3 pemeriksaan spesimen dahak SPS BTA (-) dan pemeriksaan radiologi dada menunjukkan gambaran TB aktif.

  • Berdasarkan Tipe penderitaKasus baruKambuh (relaps)Pindahan (transferin)Kasus berobat setelah lalai (default/dropout)

  • Alur diagnosis TB paru

  • Manifestasi klinisDiagnosa TB berdasarkan gejala/manifestasi klinis dibagi menjadi 3, diantaranya :Gejala respiratorik :BatukBatuk darahSesak nafasNyeri dada

  • Gejala sistemikDemam : merupakan gejala yang sering dijumpai biasanya timbul pada sore dan malam hari mirip demam influenzaGejala sistemik lain: keringat malam, anoreksia, penurunan BB, malaise.Gejala tuberkulosis ektra paruTergantung organ yang terkena misalnya limfadenitis tuberkulosa. Meningitis tuberkulosa, meningitis tunerkulosa

  • Pemeriksaan diagnostikPemeriksaan sputum(SPS)Mantoux tes (Tuberkulin)Pemeriksaan rontgen thorax

  • Test tuberkulin (mantoux tes)Dengan menyuntikkan 0,1 cc tuberkulin secara intrakutan. Hasil :Indurasi 0-55mm : mantoux (-)Indurasi 6-9mm : meragukanIndurasi 10-15mm : mantoux (+)Indurasi >16mm : matoux (+) kuat

  • Foto thoraxParu normal

    TB paru

  • Pengobatan Untuk perogram nasional pemberantasan TB paru, WHO menganjurkan panduan obat sesuai dengan katagori penyakit. Kategori didasarkan pada urutan kebutuhan pengobatan dalam program.Untuk itu, penderita dibagi dalam empat kategori sebagai berikut Kategori IKasus baru dengan sputum(+) dan penderita dengan keadaan yang berat seperti meningitis, TB milier, perikarditis, peritonitis, dll. Atau penderita dengan sputum(-) tetapi kelainan parunya luas.

  • Selama 2 bulan minum obat INH, Rimfapisin, Pirazinamid, dan etambuthol setiap hari (tahap intesif), dan 4 bulan selanjutnya minum obat INH dan rimfapisin tiga kali dalam seminggu (tahap Lanjutan).

    Kategori IIKasus kambuh atau gagal dengan sputum tetap positif, diberikan kepada:Penderita kambuhPenderita gagal terapiPenderita dengan pengobatan setelah lalai minum obat

  • Kategori IIIKasus sputum negatif tetapi kelainan parunya tidak luas dan kasus TB di luar paru selain yang disebut dalam kategori I

    Kategori IVTuberkulosis kronis. Prioritas pengobatan rendah karena kemungkinan keberhasilan rendah sekali.

  • Obat-obat anti tuberkulosisINHRifampisin PyrazinamidEthambutol Streptomicin

  • Dosis PengobatanKategori 1 (2HRZE/4H3R3)

  • Dosis PengobatanKategori 2 (2HRZES/HRZE/5H3R3E3)

  • Monitoring / evaluasi penderitaselama pengobatan

    BakteriologikRadiologisKlinisEfek sampingKeteraturan minum obat

  • Komplikasi Atelektasis Bronkiektasis dan fibrosis paruPenebelan pleuraEfusi pleura/ empisemapneumothorax

  • Terima kasih