of 25 /25
CASE II ULKUS DIABETIKUM Oleh : Maria Septiana S J500 100 068 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIERSITAS MU!AMMADI"A! SRAKARTA #015

Case Ulkus Diabetikum

Embed Size (px)

DESCRIPTION

yfjhfhjv

Text of Case Ulkus Diabetikum

Slide 1

CASE IIULKUS DIABETIKUMOleh :Maria Septiana SJ500 100 068

FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SRAKARTA2015

LATAR BELAKANGPEMERIKSAANHASILNORMALSATUAN1 Mei 2015Hemoglobin9,5Lk : 13,0 16,0Pr : 12,0 14,0gr/dLEritrosit3,78Lk : 4,5 5,5Pr : 4,0 5,0uLHematokrit36,6Lk : 40 48Pr : 37 43%MCH24,327 31PikogramsMCHC35,832 36g/dLLekosit14,15,0 10,0uLTrombosit323150-400uLGDS31370-120mg/dLUreum12,90-31mg/dlCreatinin1,130,5-0,9mg/dLSGOT65,820-35U/LSGPT22,90-35U/LDIAGNOSAHiperglikemi dan ulkus diabetium

TERAPIFOLLOW UPTanggalSOAP6 Mei 2015 Lemas (-), mual (+), muntah (-), pusing (-) VS :TD 160/90 mmHg; N 80 x/menit, KU : CM sedangKep: CA(-/-) , SI (-/-)Cor : BJ I II regulerPulmo : SDV (+)Abdomen : supel, peristaltik (+)Eks: Akral hangat, edem (-/-)GDS 223HiperglikemiUlkus DM D et SNovorapid 16-16-16Inf RL 20 tpmCeftiaxon 1 gr/12jMetronidazol 500mg/12jRanitidin /12jCandesartan 1x16 mgAmlodipin 1x10mg 7 Mei 2015Lemas (-), mual (-) pusing sedikit (-) VS :TD 150/90 mmHg; N 80 x/menit, KU : CM sedangKep: CA(-/-) , SI (-/-)Cor : BJ I II regulerPulmo : SDV (+)Abdomen : supel, peristaltik (+)Eks: Akral hangat, edem (-/-)GDS 208HiperglikemiUlkus DM D et SNovorapid 18-18-18Inf RL 20 tpmCeftiaxon 1 gr/12jMetronidazol 500mg/12jRanitidin /12jCandesartan 1x16 mgAmlodipin 1x10mgMetfotmin 3x 500mgTanggal, SOAP8 Mei 2015Pusing (-) mual (-) muntah (-) nyeri pada kaki (-)VS :TD 160/90 mmHg; N 80 x/menit, KU : CM sedangKep: CA(-/-) , SI (-/-)Cor : BJ I II regulerPulmo : SDV (+)Abdomen : supel, peristaltik (+)Eks: Akral hangat, edem (-/-), ulkus (+/+)GDS 174HiperglikemiUlkus DM D et SNovorapid 16-16-16Inf RL 20 tpmCeftiaxon 1 gr/12jMetronidazol 500mg/12jRanitidin /12jCandesartan 1x16 mgAmlodipin 1x10mgBisoprolol 1x 5 mgAlprazolm 2x 0,25 mgTanggal, SOAP9-12Mei 2015Pusing (-) mual (-) muntah (-) nyeri pada kaki (-)VS :TD 160/90 -180/120 mmHg; N 80 x/menit, KU : CM sedangKep: CA(-/-) , SI (-/-)Cor : BJ I II regulerPulmo : SDV (+)Abdomen : supel, peristaltik (+)Eks: Akral hangat, edem (-/-), ulkus (+/+)GDS 204-210HiperglikemiUlkus DM D et SNovorapid 16-16-16Inf RL 20 tpmCeftriaxon 1 gr/12jMetronidazol 500mg/12jRanitidin /12jCandesartan 1x16 mgAmlodipin 1x10mgBisoprolol 1x 5 mgAlprazolm 2x 0,25 mgMetformin 3x 500mgTanggal, SOAP13 Mei 2015Sesak (+) dada ampek (+), VS :TD 170/80 N 80 x/menit, KU : CM sedangKep: CA(-/-) , SI (-/-)Cor : BJ I II regulerPulmo : SDV (+)Abdomen : supel, peristaltik (+)Eks: Akral hangat, edem (-/-), ulkus (+/+)GDS 189HiperglikemiUlkus DM D et SBLPLNovorapid 16-16-16Ranitidin 2 x 1Candesartan 1x16 mgAmlodipin 1x10mgBisoprolol 1x 5 mgAlprazolm 2x 0,25 mgMetformin 3x 500mgTINJAUAN PUSTAKAPATOFISIOLOGIHiperglikemia kelainan neuropati dan kelainan pada pembuluh darah.

sensorik motorik autonomik

perubahan pada kulit dan otot

perubahan distribusi tekanan pada telapak kaki

ulkusTANDA DAN GEJALA

a. Pain (nyeri).b.Paleness (kepucatan).c.Paresthesia (parestesia dan kesemutan).d. Pulselessness (denyut nadi hilang).e. Paralysis (lumpuh).

Sumbatan kronika. Stadium I ; asimptomatis atau gejala tidak khas( kesemutan )b. Stadium II ; terjadi klaudikasio intermiten.c. Stadium III ; timbul nyeri saat istirahat.d. Stadium IV ; berupa manifestasi kerusakan jaringan karena anoksia

Pemeriksaan Penunjang1. Pemeriksaan darahGDS > 200 mg/dl, gula darah puasa >120 mg/dl dan dua jam post prandial > 200 mg/dl.2. UrinePemeriksaan didapatkan adanya glukosa dalam urine. Pemeriksaan dilakukan dengan cara Benedict ( reduksi ). Hasil dapat dilihat melalui perubahan warna pada urine : hijau ( + ), kuning ( ++ ), merah ( +++ ), dan merah bata ( ++++ )3. Kultur pusMengetahui jenis kuman pada luka dan memberikan antibiotik yang sesuai dengan jenis kuman.3

PenatalaksanaankomplikasiOsteomyelitis (infeksi pada tulang)SepsisKematianKESIMPULANTelah dilaporkan perempuan 61 tahun dari hasil anamnesis didapatkan badan lemas sejak kemarin. Pasien datang ke IGD RSUD Sukoharjo dengan mengeluhkan badan terasa lemas, pusiing (+), mual (+), muntah (-), keringat dingin (+), demam (-), batuk (+), kedua kaki terasa nyeri cenut cenut (+) , tidak bisa berjalan (+), terdapat luka sejak 1 bulan yang lalu, riwayat DM dan hipertemsi diakui.Keadaan umum baik, compos mentis, Vital sign : TD : 160/90, RR : 18x/menit, Nadi : 76 x/menit Suhu : 36C, tidak anemis, tidak didapatkan bising jantung, suara dasar vesikuler paru bagian bawah normal kanan dan kiri perkusi pada paru kanan dan kiri sonor, peristaltik abdomen normal, aral hangat, oedem tidak didapatkan, didapatkan ulkus pada kedua kaki. Pasien mendapat O2 4 lpm, RL 20 tpm, Cari dosis novorapid, Medikasi setiap pagi, Cefriaxone 1 gr/12j, Metronidazol 500ml 12j, Antalgin 1 A/12j, Amlodipin tab 1x10mg, dan PRC 1 Kolf.

Daftar pustaka Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. Konsensus Pengelolaan Diabetes Melitus di Indonesia, PB. PERKENI. Jakarta 2006Pramono LA, Setiati S, Soewondo P, Subekti I, Adisasmita A, Kodim N, Sutrisna B. Prevalence and predictors of undiagnosed diabetes mellitus in Indonesia. Acta Med Indones. 2010 Oct;42(4):21623Mansjoer, Arif. dkk., (2001), Kapita Selekta Kedokteran, Edisi 3, Medica Aesculpalus, FKUI, JakartaPrice A.S,Wilson L.M. (2005). Patofisiologi. Ed 6. Jakarta: EGC. Sharon Mantik Stolle LB;at all, 2004 Feb; The metabolism of the diabetic foot. (journal article) ISSN: 0001-6470 PMID: 15022818 CINAHL AN: 2009394327Selwyn, Andrew, Braunwald, Eugene. 2005. Harrisons Principles of Internal Medicine Volume II.16 th ed. New York : McGraw Hill.

TERIMA KASIH